2026-07-18
Cara Menghitung ROI Marketing untuk UMKM
Rumus sederhana menghitung ROI marketing dan cara membacanya agar budget iklan lebih terarah.

Banyak pemilik UMKM sudah rutin beriklan, tapi jarang benar-benar tahu apakah iklan itu untung atau justru menggerus keuntungan. Memahami cara menghitung roi marketing membantu Anda mengambil keputusan berdasarkan angka, bukan sekadar perasaan "sepertinya iklan ini jalan."
Apa Itu ROI Marketing
ROI (Return on Investment) marketing adalah ukuran seberapa besar keuntungan yang dihasilkan dibandingkan biaya yang dikeluarkan untuk aktivitas pemasaran. Berbeda dengan sekadar melihat jumlah penjualan, ROI memperhitungkan biaya di baliknya — termasuk biaya iklan, waktu, dan kadang biaya produksi konten — sehingga Anda tahu apakah aktivitas marketing benar-benar menguntungkan.
Cara Menghitung ROI Marketing dengan Rumus Sederhana
Rumus dasarnya cukup sederhana: ROI = (Keuntungan dari Marketing − Biaya Marketing) ÷ Biaya Marketing, lalu dikalikan 100 untuk mendapatkan persentase. Misalnya, jika Anda menghabiskan Rp2.000.000 untuk iklan dan menghasilkan penjualan dengan keuntungan bersih Rp6.000.000, maka ROI-nya adalah (6.000.000 − 2.000.000) ÷ 2.000.000 × 100 = 200%. Artinya setiap Rp1 yang dikeluarkan menghasilkan Rp2 keuntungan bersih.
Penting dicatat: yang dihitung adalah keuntungan bersih, bukan omset kotor. Jika margin produk Anda 30%, maka dari penjualan Rp10.000.000, keuntungan bersihnya sekitar Rp3.000.000 — bukan Rp10.000.000 penuh.
Kesalahan Umum Saat Menghitung ROI
Saat belajar cara menghitung roi marketing, kesalahan paling sering adalah hanya menghitung ROI dari total penjualan tanpa mengurangi harga pokok produk. Ini membuat ROI terlihat jauh lebih tinggi dari kenyataan. Kesalahan lain adalah tidak memasukkan biaya tidak langsung, seperti waktu yang dihabiskan membuat konten atau biaya tools yang dipakai untuk mengelola kampanye.
Sebagian bisnis juga hanya melihat ROI jangka pendek dari satu kampanye, padahal sebagian pelanggan baru butuh beberapa kali melihat brand sebelum akhirnya membeli. Untuk gambaran yang lebih akurat, pertimbangkan menghitung ROI dalam periode yang lebih panjang, misalnya per bulan, bukan per kampanye tunggal.
Menggunakan ROI untuk Mengambil Keputusan
Setelah tahu cara menghitungnya, gunakan angka ROI untuk membandingkan kanal marketing satu dengan lainnya. Kanal dengan ROI lebih tinggi layak mendapat tambahan budget, sementara kanal dengan ROI rendah atau negatif perlu dievaluasi ulang — baik dari sisi targeting, materi iklan, maupun harga produk itu sendiri.
Menghitung ROI per Kanal, Bukan Cuma Total
Jika Anda beriklan di lebih dari satu kanal — misalnya Facebook Ads dan Google Ads sekaligus — hitung ROI masing-masing secara terpisah, bukan digabung menjadi satu angka besar. Ini penting karena dua kanal bisa punya performa yang sangat berbeda; menggabungkannya hanya akan menyembunyikan kanal mana yang sebenarnya rugi dan mana yang menguntungkan.
Gunakan kode promo atau link unik yang berbeda untuk tiap kanal agar penjualan yang dihasilkan bisa dilacak sumbernya dengan jelas. Tanpa pelacakan ini, Anda hanya bisa menebak-nebak kanal mana yang benar-benar berkontribusi terhadap penjualan.
ROI Bukan Satu-Satunya Ukuran
Meski penting, ROI sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya tolok ukur keberhasilan marketing. Beberapa aktivitas, seperti membangun brand awareness lewat konten, memang tidak langsung menghasilkan penjualan dalam jangka pendek, tapi tetap berkontribusi terhadap ROI jangka panjang lewat kepercayaan yang terbangun.
Menetapkan Target ROI yang Realistis
Target ROI yang wajar berbeda-beda tergantung industri dan margin produk. Bisnis dengan margin tipis membutuhkan ROI yang lebih tinggi agar tetap untung setelah dikurangi biaya operasional lain, sementara bisnis dengan margin besar punya ruang lebih lebar. Daripada menetapkan target berdasarkan angka industri secara umum, hitung dulu berapa ROI minimal yang dibutuhkan bisnis Anda sendiri agar tetap sehat secara finansial.
Setelah memahami cara menghitung roi marketing, menerapkannya secara rutin akan lebih mudah kalau Anda juga rutin memantau laporan performa dari setiap kanal. Layanan Digital Marketing di omsetlaris.com membantu menyusun laporan yang jelas sehingga keputusan budget bisa diambil lebih cepat dan tepat.
Baca Juga
Cara Membaca Laporan Performa Iklan Tanpa Harus Jadi Ahli Marketing
Cara Menghitung HPP Produk dengan Benar untuk UMKMSemakin sering Anda menghitung roi marketing secara rutin, semakin cepat pula Anda bisa mendeteksi kanal mana yang perlu dihentikan sebelum menghabiskan lebih banyak budget tanpa hasil yang jelas.