2026-07-24
Panduan Menghitung Iuran BPJS untuk Karyawan Usaha Kecil
Panduan menghitung iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan karyawan, serta cara menghitung upah lembur sesuai aturan.
Salah satu kewajiban yang paling sering diremehkan besarnya oleh pemilik usaha baru adalah iuran BPJS. Angka yang dilihat di slip gaji karyawan hanyalah sebagian kecil dari total iuran yang sebenarnya harus dibayarkan, karena sebagian besar porsi iuran BPJS Ketenagakerjaan ditanggung oleh perusahaan, bukan dipotong dari gaji karyawan.
Komponen BPJS yang Wajib Dipahami
BPJS Kesehatan dibagi antara iuran yang ditanggung perusahaan dan yang dipotong dari gaji karyawan, dengan batas atas upah tertentu sebagai dasar perhitungan. BPJS Ketenagakerjaan sendiri terdiri dari beberapa program: Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM), masing-masing dengan persentase dan pembagian tanggungan yang berbeda antara perusahaan dan karyawan.
Karena komponennya cukup banyak dan mudah tertukar, Kalkulator Iuran BPJS memisahkan dengan jelas porsi yang menjadi tanggungan karyawan dan porsi yang menjadi tanggungan perusahaan untuk setiap program, sehingga Anda tahu persis total biaya yang harus dianggarkan setiap bulan per karyawan.
JKK Tergantung Tingkat Risiko Pekerjaan
Persentase iuran Jaminan Kecelakaan Kerja tidak sama untuk semua jenis usaha. Usaha dengan tingkat risiko kecelakaan kerja lebih tinggi — seperti konstruksi atau manufaktur — dikenakan persentase JKK yang lebih besar dibanding usaha dengan risiko rendah seperti jasa administratif. Penting memastikan kategori risiko usaha Anda sudah didaftarkan dengan benar agar iuran yang dibayar sesuai dan klaim di kemudian hari tidak bermasalah.
Lembur: Kewajiban yang Sering Dihitung Sembarangan
Selain BPJS, komponen lain yang sering dihitung sembarangan adalah upah lembur. Banyak usaha kecil memberi "uang lembur" dengan nominal yang ditentukan sepihak tanpa mengikuti formula resmi, padahal PP 35/2021 mengatur perhitungan yang cukup spesifik — berbeda untuk lembur di hari kerja biasa dan lembur di hari libur atau istirahat mingguan, dengan pengali jam pertama dan jam berikutnya yang juga berbeda.
Kalkulator Upah Lembur menghitung upah lembur sesuai aturan ini berdasarkan upah sebulan karyawan, pola kerja, jenis hari, dan jumlah jam lembur, lengkap dengan rincian per jam sehingga Anda dan karyawan sama-sama memahami dasar perhitungannya.
Kenapa Ini Penting Dihitung dengan Benar
Kesalahan menghitung BPJS dan lembur bukan hanya soal ketidakpatuhan administratif. Karyawan yang merasa haknya tidak dihitung dengan benar cenderung kehilangan kepercayaan terhadap usaha, dan dalam kasus tertentu bisa berujung pada sengketa ketenagakerjaan yang jauh lebih mahal biayanya dibanding selisih perhitungan itu sendiri.
Masukkan ke Anggaran Bulanan Sejak Awal
Total biaya BPJS dan potensi lembur sebaiknya dimasukkan ke anggaran biaya tenaga kerja bulanan sejak awal merekrut, bukan dihitung terpisah setiap kali ada tagihan. Dengan begitu, Anda punya gambaran biaya riil per karyawan yang lebih akurat untuk perencanaan harga jual dan target penjualan usaha.
Iuran BPJS dan upah lembur memang menambah kompleksitas mengelola karyawan, tapi keduanya adalah bagian dari komitmen jangka panjang terhadap kesejahteraan tim Anda. Menghitungnya dengan tepat sejak awal jauh lebih murah dibanding membenahi kesalahan yang sudah berlangsung berbulan-bulan.