Omset LarisOmset Laris

Tools Gratis

Kalkulator BMI / IMT

Hitung Indeks Massa Tubuh Anda dan lihat kategorinya menurut dua rujukan yang dipakai di Indonesia: WHO Asia-Pasifik dan Depkes RI. Gratis, tanpa daftar, semua perhitungan berjalan di perangkat Anda.

IMT tidak membedakan massa otot dan lemak, serta tidak melihat sebaran lemak tubuh. Karena itu hasilnya bisa kurang tepat untuk atlet dan binaragawan (otot berat, IMT tinggi, tapi lemak rendah), ibu hamil, dan lansia yang massa ototnya menurun. Angka ini titik awal percakapan dengan tenaga kesehatan, bukan vonis.

Penting — baca sebelum mengambil keputusan

Kalkulator ini hanya alat bantu estimasi dan skrining awal, BUKAN pengganti diagnosis atau nasihat medis profesional. Untuk kondisi kesehatan Anda, konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan yang berkompeten.

Acuan: WHO Asia-Pacific, Depkes RI, Mifflin-St Jeor (1990), Naegele's rule. Diperiksa: 2026-07-16.

Hasil IMT Anda

Indeks Massa Tubuh22,0Berat (kg) dibagi tinggi (m) kuadrat

WHO Asia-Pasifik / Kemenkes

Lebih ketat — disesuaikan dengan risiko metabolik populasi Asia.

Berat badan kurang< 18,5
Normal18,5 – 22,9
Berat badan berlebih23,0 – 24,9
Obesitas I25,0 – 29,9
Obesitas II≥ 30,0

Kategori Anda: Normal

Depkes RI (klasik)

Lebih longgar, masih umum dipakai di Indonesia.

Sangat kurus< 17,0
Kurus17,0 – 18,4
Normal18,5 – 25,0
Gemuk25,1 – 27,0
Obesitas≥ 27,1

Kategori Anda: Normal

Kenapa dua standar ini berbeda? Populasi Asia cenderung menunjukkan risiko metabolik — seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung — pada IMT yang lebih rendah dibanding populasi Eropa dengan persentase lemak tubuh yang sama. Karena itu WHO menyusun ambang batas khusus Asia-Pasifik yang lebih ketat. Keduanya ditampilkan berdampingan supaya Anda tahu rujukan mana yang dipakai saat membaca hasil dari sumber lain.

Dapatkan tips & artikel kesehatan dari Omsetlaris

Kalkulator ini gratis dan tidak terkait produk kesehatan apa pun. Jika bermanfaat, Anda boleh meninggalkan kontak untuk menerima artikel. Tidak wajib — isi salah satu saja, WhatsApp atau email.

Data Anda hanya dipakai tim Omset Laris untuk menghubungi Anda. Tidak dijual, tidak dibagikan.

Memahami angka IMT Anda

Apa yang diukur IMT

IMT membandingkan berat badan Anda dengan tinggi badan lewat rumus sederhana: berat (kg) dibagi tinggi (m) kuadrat. Ia dirancang sebagai alat skrining populasi — cepat, murah, dan cukup baik untuk melihat kecenderungan pada kelompok besar. Ia tidak pernah dimaksudkan sebagai alat diagnosis untuk satu orang.

Apa yang TIDAK diukur IMT

IMT tidak tahu berapa bagian berat Anda yang otot dan berapa yang lemak, dan tidak melihat di mana lemak itu menumpuk — padahal lemak perut lebih berkaitan dengan risiko metabolik daripada lemak di paha. Karena itu seorang atlet berotot bisa masuk kategori obesitas meski lemak tubuhnya rendah.

Kenapa ada dua standar

Populasi Asia cenderung menunjukkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung pada IMT yang lebih rendah dibanding populasi Eropa dengan lemak tubuh yang sama. WHO karena itu menyusun ambang Asia-Pasifik yang lebih ketat. Depkes RI klasik lebih longgar dan masih sering dikutip, jadi keduanya ditampilkan agar Anda tidak bingung saat menemukan angka berbeda di tempat lain.

FAQ

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Bagaimana cara menghitung IMT?

Rumusnya: berat badan (kg) dibagi tinggi badan (meter) dikuadratkan. Contoh: berat 60 kg dengan tinggi 165 cm (1,65 m) menghasilkan 60 / (1,65 × 1,65) = 60 / 2,7225 = 22,04. Angka 22,04 itu masuk kategori normal baik menurut standar WHO Asia-Pasifik (18,5–22,9) maupun Depkes RI (18,5–25,0). Kalkulator di halaman ini melakukan hitungan itu otomatis dan menunjukkan kategori Anda di kedua standar sekaligus.

IMT normal itu berapa?

Tergantung standar yang dipakai, dan inilah sumber kebingungan yang paling sering. Menurut WHO Asia-Pasifik yang dipakai Kemenkes, normal adalah 18,5–22,9. Menurut Depkes RI klasik, normal adalah 18,5–25,0. Artinya seseorang dengan IMT 24 bisa disebut normal oleh satu rujukan dan berlebih oleh rujukan lain — keduanya tidak salah, hanya memakai ambang berbeda. Standar Asia-Pasifik lebih ketat karena risiko metabolik pada populasi Asia muncul di IMT lebih rendah.

Kenapa IMT saya tinggi padahal saya merasa sehat?

IMT tidak membedakan otot dan lemak. Otot lebih padat daripada lemak, sehingga orang yang rutin latihan beban bisa punya IMT tinggi dengan lemak tubuh rendah dan kondisi metabolik sangat baik. Sebaliknya, seseorang dengan IMT normal tapi massa otot rendah dan lemak perut tinggi bisa punya risiko lebih besar. Karena itu IMT sebaiknya dibaca bersama ukuran lain seperti lingkar pinggang, dan didiskusikan dengan tenaga kesehatan — bukan disimpulkan sendiri.

Apakah IMT berlaku untuk ibu hamil, anak-anak, dan lansia?

Tidak dengan cara yang sama. Pada ibu hamil, kenaikan berat badan adalah bagian normal kehamilan sehingga IMT dewasa tidak relevan — yang dipakai adalah pedoman kenaikan berat berdasarkan IMT sebelum hamil. Anak-anak dan remaja memakai kurva pertumbuhan sesuai usia dan jenis kelamin, bukan ambang dewasa. Pada lansia, massa otot menurun secara alami sehingga IMT bisa terlihat normal padahal komposisi tubuhnya berubah. Kalkulator ini ditujukan untuk orang dewasa tidak hamil.

Apakah hasil kalkulator ini bisa jadi dasar diagnosis?

Tidak. Kalkulator ini alat bantu estimasi dan skrining awal, bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis profesional. IMT hanya satu angka dari banyak hal yang menentukan kesehatan seseorang — tekanan darah, gula darah, profil lipid, kebiasaan, riwayat keluarga, dan lainnya. Kalau angka Anda berada di luar rentang normal atau Anda punya kekhawatiran, bicarakan dengan dokter atau tenaga kesehatan yang berkompeten.

Kalkulator BMI / IMT Gratis — Cara Hitung IMT & Kategorinya | Omset Laris