Omset LarisOmset Laris

Tools Gratis

Kalkulator Budget & ROI Iklan

Hitung perkiraan omset, profit, dan ROAS dari budget iklan Anda sebelum uangnya keluar. Gratis, tanpa daftar, langsung keluar hasilnya untuk Meta Ads, Google Ads, TikTok Ads, dan Shopee Ads.

Pilih platform iklan

Rata-rata Facebook & Instagram Ads untuk UMKM Indonesia. Traffic dingin, jadi konversi sangat bergantung pada kualitas creative.

Angka default di bawah ini adalah rata-rata pasar Indonesia — silakan ganti dengan data akun Anda sendiri kalau sudah punya.

Estimasi hasil iklan Anda

Estimasi omsetRp14.000.000
Estimasi profit bersihRp1.200.000Setelah margin dipotong budget iklan
ROAS4,7xSetiap Rp1 iklan kembali jadi omset sebesar ini
ROI40,0%
Perkiraan tayangan133.333
Perkiraan klik2.000
Perkiraan closing40
Biaya per closing (CPA)Rp75.000

Ini estimasi berbasis rata-rata industri, bukan janji hasil. Angka aktual bisa berbeda jauh tergantung kualitas creative, ketepatan targeting, harga produk, dan persaingan di lelang iklan. Gunakan ini untuk merencanakan budget, bukan sebagai jaminan.

Dapatkan Analisis Lengkap & Konsultasi Gratis

Kirim angka di atas ke tim kami. Anda akan dapat pembacaan lengkap: apakah target ROAS ini realistis untuk produk Anda, dan langkah apa yang perlu dibenahi lebih dulu.

Data Anda hanya dipakai tim Omset Laris untuk menghubungi Anda. Tidak dijual, tidak dibagikan.

Istilah yang perlu Anda pahami dulu

Tiga singkatan ini muncul di semua dashboard iklan. Begitu Anda paham artinya, laporan agensi atau tim internal jadi jauh lebih mudah dibaca.

ROAS (Return on Ad Spend)

ROAS mengukur berapa rupiah omset yang kembali dari setiap Rp1 yang Anda belanjakan di iklan. ROAS 4x berarti budget Rp1 juta menghasilkan omset Rp4 juta. Ingat, ini omset kotor — belum dipotong modal produk, jadi ROAS tinggi belum tentu untung kalau margin Anda tipis.

CPA (Cost per Acquisition)

CPA adalah biaya iklan yang Anda keluarkan untuk mendapatkan satu pembeli. Rumusnya sederhana: total budget dibagi jumlah closing. Angka ini cuma berarti kalau dibandingkan dengan profit per transaksi Anda — CPA Rp50.000 itu murah untuk produk sejuta, tapi bencana untuk produk Rp30.000.

CTR (Click-Through Rate)

CTR adalah persentase orang yang mengklik iklan setelah melihatnya. CTR rendah biasanya masalah creative atau targeting: entah iklannya kurang menarik perhatian, atau tampil ke orang yang salah. CTR tinggi menurunkan CPC Anda, karena platform iklan memberi harga lebih murah untuk iklan yang disukai audiens.

Cara membaca hasil kalkulator ini

  1. 1

    Mulai dari profit, bukan ROAS. ROAS 3x terdengar bagus, tapi kalau margin produk Anda cuma 25%, angka itu justru rugi. Kolom profit di kalkulator ini sudah memperhitungkan margin Anda — itu angka yang menentukan.

  2. 2

    Cari titik impas Anda. Naik-turunkan harga jual atau margin sampai profit menyentuh nol. ROAS di titik itulah target minimum yang harus dikejar campaign Anda supaya tidak nombok.

  3. 3

    Uji skenario pesimis. Turunkan closing rate jadi setengah dari default dan naikkan CPC 50%. Kalau di skenario buruk pun masih untung, budget Anda relatif aman. Kalau langsung merah, perbaiki produk dan funnel dulu sebelum menambah budget.

  4. 4

    Bandingkan antar platform. Shopee Ads menang di closing rate karena orangnya sudah siap belanja, tapi kompetisi harga ketat. Google Ads paling mahal per klik tapi menangkap orang yang sedang mencari. Isi angka yang sama di tiap tab untuk melihat bedanya.

Panduan Lengkap Menghitung Budget dan ROI Iklan untuk UMKM

Kalkulator ROI iklan ini memperkirakan omset, profit, ROAS, dan CPA dari budget iklan Anda sebelum uangnya keluar — untuk Meta Ads, Google Ads, TikTok Ads, dan Shopee Ads. Tujuannya sederhana: memastikan Anda tahu angka minimal yang harus dicapai sebelum menekan tombol publish, bukan sesudah budget habis.

Kenapa banyak UMKM rugi saat beriklan

Sebagian besar kerugian iklan digital tidak terjadi karena platformnya buruk atau algoritmanya jahat. Kerugian terjadi karena hitungannya tidak pernah dibuat sejak awal. Budget dikeluarkan dengan harapan, lalu hasilnya dinilai dengan perasaan: terasa ramai, terasa banyak yang chat, terasa berhasil.

Padahal iklan hanyalah mesin yang menukar uang dengan perhatian. Kalau setiap pelanggan yang Anda dapat lewat iklan memberi keuntungan lebih kecil daripada biaya mendapatkannya, mesin itu bekerja sempurna sambil membuat Anda bangkrut lebih cepat. Semakin banyak Anda beriklan, semakin cepat rugi.

Kalkulator ini memaksa hitungan itu keluar lebih dulu. Anda memasukkan budget, harga jual, margin, dan perkiraan performa, lalu langsung melihat apakah skenarionya menghasilkan profit atau justru minus. Kalau minus, Anda tahu sebelum uangnya keluar — dan itu satu-satunya waktu ketika informasi itu masih berguna.

Memahami ROAS, CPA, dan CTR

ROAS atau Return on Ad Spend mengukur berapa rupiah omset yang kembali dari setiap Rp1 yang Anda belanjakan. ROAS 4x berarti budget Rp1 juta menghasilkan omset Rp4 juta. Perlu diingat ini omset kotor, belum dipotong modal produk — jadi ROAS tinggi belum tentu berarti untung kalau margin Anda tipis.

CPA atau Cost per Acquisition adalah biaya iklan untuk mendapatkan satu pembeli: total budget dibagi jumlah closing. Angka ini hanya berarti kalau dibandingkan dengan profit per transaksi Anda. CPA Rp50.000 sangat murah untuk produk sejuta, tapi bencana untuk produk Rp30.000.

CTR atau Click-Through Rate adalah persentase orang yang mengklik iklan setelah melihatnya. CTR rendah biasanya masalah creative atau targeting. CTR tinggi menurunkan CPC Anda, karena platform iklan memberi harga lebih murah untuk iklan yang disukai audiens — jadi memperbaiki creative sering lebih murah daripada menambah budget.

Cara menggunakan kalkulator budget iklan ini

  1. 1Pilih platform yang ingin Anda pakai. Setiap tab punya angka default berbeda sesuai karakter platformnya di pasar Indonesia.
  2. 2Masukkan budget iklan bulanan dan harga jual rata-rata produk Anda.
  3. 3Isi margin keuntungan Anda. Ini yang paling sering dilewati, padahal justru inilah yang menentukan untung atau tidaknya.
  4. 4Sesuaikan CPC, CTR, dan closing rate. Angka default adalah rata-rata pasar — kalau akun iklan Anda sudah jalan, selalu pakai angka dari dashboard Anda sendiri.
  5. 5Baca kolom profit, bukan ROAS. Kolom itu sudah memperhitungkan margin Anda dan merupakan angka yang benar-benar menentukan.

ROAS berapa yang sebenarnya Anda butuhkan

Tidak ada angka ajaib, dan siapa pun yang menyebut satu angka untuk semua bisnis sedang menyederhanakan secara berbahaya. ROAS minimal Anda ditentukan oleh margin Anda, dengan rumus cepat: ROAS impas sama dengan 1 dibagi margin.

Kalau margin Anda 25%, Anda butuh ROAS di atas 4x hanya untuk balik modal. Kalau margin Anda 50%, ROAS 2x sudah impas. Inilah sebabnya bisnis jasa bermargin tinggi bisa hidup nyaman dengan ROAS 2x, sementara toko elektronik bermargin tipis butuh ROAS 8x atau lebih dan tetap terasa berat.

Cara memakai kalkulator ini yang paling berguna adalah mencari titik impas Anda. Naik-turunkan harga jual atau margin sampai kolom profit menyentuh nol. ROAS di titik itulah target minimum yang harus dikejar campaign Anda supaya tidak nombok. Semua angka di bawahnya berarti Anda membayar untuk berjualan.

Memilih platform sesuai karakter produk

  • Google Ads paling masuk akal kalau produk Anda sudah dicari orang secara aktif — jasa servis, kontraktor, klinik. CPC-nya paling mahal, tapi Anda menangkap orang yang sedang butuh sekarang.
  • Meta Ads (Facebook dan Instagram) cocok untuk produk yang perlu diperkenalkan dulu dan bergantung pada visual. Traffic-nya dingin, jadi kualitas creative sangat menentukan.
  • TikTok Ads punya CPC murah dan jangkauan luas, tapi audiensnya datang untuk hiburan. Paling efektif untuk produk impulsif dengan video yang kuat.
  • Shopee Ads punya closing rate tertinggi karena penggunanya sudah dalam mode belanja. Kompensasinya kompetisi harga sangat ketat, dan biaya admin serta komisi marketplace harus dipotong dari margin Anda.

Kenapa hasil nyata sering di bawah estimasi

Kalkulator ini memakai rata-rata industri, sementara akun baru hampir selalu mulai di bawah rata-rata. Ada empat penyebab yang paling sering muncul: creative kurang kuat sehingga CTR jatuh dan CPC membengkak, targeting terlalu luas atau salah audiens, respons chat dan landing page yang lambat sehingga calon pembeli kabur, dan campaign yang baru jalan beberapa hari sehingga masih dalam fase pembelajaran algoritma.

Karena itu cara terbaik memakai kalkulator ini bukan mencari angka terbaik, melainkan menguji skenario terburuk. Turunkan closing rate jadi setengah dari default dan naikkan CPC 50%. Kalau di skenario buruk pun masih untung, budget Anda relatif aman. Kalau langsung merah, perbaiki produk, harga, dan funnel dulu sebelum menambah budget.

Sebelum beriklan, ada baiknya memastikan angka dasarnya sehat. Gunakan Kalkulator HPP untuk memeriksa margin Anda, dan Kalkulator BEP untuk mengetahui titik impas usaha Anda tanpa iklan. Iklan memperbesar apa pun yang sudah ada — termasuk kerugian.

FAQ

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Angka Anda sudah keluar tapi belum yakin cara membacanya?

Berapa budget iklan minimal untuk UMKM pemula?

Untuk fase belajar, siapkan budget yang cukup untuk sekitar 50-100 klik per minggu ke satu produk. Dengan CPC Meta rata-rata Rp1.500, itu sekitar Rp75.000-Rp150.000 per minggu, atau Rp300.000-Rp600.000 per bulan. Budget di bawah itu biasanya terlalu sedikit datanya untuk menyimpulkan apa pun — Anda hanya akan menebak-nebak. Yang lebih penting dari besarnya budget adalah konsistensi: iklan kecil yang jalan sebulan penuh mengajari Anda jauh lebih banyak daripada iklan besar yang cuma jalan tiga hari.

ROAS berapa yang dianggap bagus?

Tidak ada angka ajaib — semuanya tergantung margin Anda. Rumus cepatnya: ROAS minimal = 1 dibagi margin Anda. Kalau margin 25%, Anda butuh ROAS di atas 4x hanya untuk balik modal. Kalau margin 50%, ROAS 2x sudah impas. Karena itu bisnis jasa dengan margin tinggi bisa hidup dengan ROAS 2x, sementara toko elektronik dengan margin tipis butuh ROAS 8x atau lebih.

Kenapa hasil iklan saya jauh di bawah estimasi kalkulator?

Biasanya salah satu dari empat hal ini. Pertama, creative kurang kuat sehingga CTR jauh di bawah rata-rata dan CPC membengkak. Kedua, targeting terlalu luas atau salah audiens. Ketiga, landing page atau chat WhatsApp Anda lambat merespons sehingga calon pembeli kabur. Keempat, iklan baru jalan beberapa hari dan masih dalam fase pembelajaran algoritma. Kalkulator ini memakai rata-rata industri, sementara akun baru hampir selalu mulai di bawah rata-rata.

Platform mana yang paling cocok untuk bisnis saya?

Tergantung apakah orang sudah mencari produk Anda atau belum. Kalau produk Anda dicari orang secara aktif — jasa servis AC, kontraktor, klinik — Google Ads paling masuk akal meski CPC-nya mahal. Kalau produk Anda perlu diperkenalkan dulu dan bergantung pada visual, Meta dan TikTok Ads lebih efektif. Kalau Anda jualan di marketplace, Shopee Ads punya closing rate tertinggi karena traffic-nya sudah dalam mode belanja.

Apakah angka default di kalkulator ini akurat untuk pasar Indonesia?

Angka default adalah rata-rata pasar Indonesia dari pengalaman kami mengelola campaign UMKM, dan sengaja dibuat bisa diedit. Biaya iklan bergerak terus tergantung industri, musim, lokasi, dan persaingan lelang — CPC fashion di Jakarta bisa dua kali lipat CPC jasa lokal di kota kecil. Kalau akun iklan Anda sudah jalan, selalu pakai angka dari dashboard Anda sendiri, bukan default kami.

Apakah kalkulator ini gratis dan data saya aman?

Kalkulatornya gratis sepenuhnya dan semua perhitungan berjalan di browser Anda — tidak ada angka yang dikirim ke server kami saat Anda mengetik. Data hanya terkirim kalau Anda sendiri yang menekan tombol kirim di form konsultasi, dan itu hanya dipakai tim Omset Laris untuk menghubungi Anda. Tidak dijual, tidak dibagikan ke pihak lain.

Siap membuat brand Anda terlihat lebih dipercaya?

Mulai dari konsultasi singkat. Kami bantu petakan website, funnel, dan prioritas digital yang paling berdampak untuk omset.

Diskusi Project
Kalkulator Budget & ROI Iklan Gratis (Meta, Google, TikTok, Shopee) | Omset Laris