Panduan Lengkap Simulasi Angsuran KUR untuk Pelaku Usaha
Kalkulator KUR ini menghitung angsuran Kredit Usaha Rakyat dari plafon, suku bunga, dan tenor yang Anda masukkan sendiri, lengkap dengan tabel angsuran per bulan. Kalkulator ini sengaja tidak mencantumkan angka resmi KUR apa pun — alasannya dijelaskan di bawah, dan itu justru demi keamanan Anda.
Apa itu KUR dan siapa yang bisa mengajukan
KUR atau Kredit Usaha Rakyat adalah program pembiayaan pemerintah untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang usahanya produktif dan layak namun belum sepenuhnya terjangkau kredit komersial biasa. Bunganya disubsidi pemerintah sehingga lebih ringan dibanding kredit usaha pada umumnya.
Penyalurannya dilakukan lewat bank yang ditunjuk seperti BRI, BNI, dan Mandiri. KUR dibagi beberapa skema — antara lain KUR Super Mikro, KUR Mikro, dan KUR Kecil — dengan batas plafon dan ketentuan yang berbeda-beda.
Syarat kelayakan, jenis skema, dan dokumen yang diminta bisa berbeda antar bank dan berubah antar periode. Umumnya usaha Anda perlu sudah berjalan beberapa waktu dan dapat dibuktikan produktif. Konfirmasikan persyaratan terkini langsung ke bank penyalur.
Kenapa kalkulator ini tidak mencantumkan suku bunga KUR
Ini keputusan yang disengaja. Suku bunga dan plafon KUR ditetapkan pemerintah melalui regulasi yang diperbarui secara berkala, dan bisa berbeda antar skema maupun antar tahun anggaran.
Angka yang kami cantumkan hari ini berisiko menyesatkan Anda beberapa bulan lagi, sementara halaman ini akan tetap ada dan tetap dibaca. Banyak halaman kalkulator KUR di internet masih memajang suku bunga dari kebijakan tahun-tahun sebelumnya, dan pembacanya tidak punya cara mengetahui bahwa angka itu sudah kedaluwarsa.
Karena itu kolom suku bunga di kalkulator ini sengaja dikosongkan, dan simulasi tidak akan berjalan sampai Anda mengisinya. Silakan cek angka resmi terkini langsung ke bank penyalur KUR atau sumber resmi pemerintah, lalu masukkan angka tersebut. Dengan begitu hasil yang Anda lihat selalu berdasarkan kebijakan yang benar-benar berlaku saat Anda mengajukan.
Cara menghitung angsuran KUR
KUR umumnya memakai metode anuitas, sehingga angsuran bulanan Anda tetap sama sepanjang tenor. Rumusnya: angsuran sama dengan P dikali i dikali (1+i) pangkat n, dibagi ((1+i) pangkat n dikurangi 1). P adalah plafon pinjaman, i adalah suku bunga tahunan dibagi 12 dibagi 100, dan n adalah tenor dalam bulan.
- 1Masukkan plafon KUR yang Anda ajukan atau yang disetujui bank.
- 2Isi suku bunga per tahun sesuai angka resmi yang Anda dapatkan dari bank penyalur.
- 3Tentukan tenor dalam tahun atau bulan sesuai skema yang ditawarkan.
- 4Biarkan metode pada anuitas, kecuali bank Anda secara eksplisit menyebutkan skema flat.
- 5Periksa tabel angsuran dan unduh CSV-nya untuk dimasukkan ke perencanaan arus kas usaha Anda.
Menentukan plafon yang aman untuk usaha Anda
Kesalahan paling umum dalam mengambil KUR adalah mengambil plafon sebesar yang disetujui, bukan sebesar yang sanggup dibayar. Persetujuan bank bukan penilaian bahwa usaha Anda pasti mampu — bank menilai risiko mereka, bukan kenyamanan arus kas Anda.
Mulailah dari laba bersih bulanan usaha Anda yang sudah terbukti, bukan proyeksi optimis setelah pinjaman cair. Sisihkan porsi yang masih menyisakan ruang aman untuk biaya tak terduga dan penurunan omzet musiman, lalu cari plafon yang angsurannya muat di porsi itu.
Ujinya sederhana: kalau angsuran itu hanya bisa dibayar dengan asumsi omzet naik setelah dapat pinjaman, plafonnya terlalu besar untuk kondisi Anda saat ini. Pinjaman menambah kapasitas usaha, tetapi tidak otomatis menambah pembeli. Modal tambahan mempercepat apa pun yang sudah berjalan — termasuk kerugian, kalau model usahanya belum sehat.
KUR bukan uang gratis
Bunga KUR memang disubsidi sehingga lebih ringan dari kredit komersial, tapi tetap ada kewajiban angsuran yang mengikat setiap bulan. Statusnya sebagai program pemerintah tidak membuatnya lebih longgar saat penagihan.
Gagal bayar tetap berdampak pada catatan kredit Anda di SLIK OJK dan bisa mempersulit pengajuan pinjaman apa pun di kemudian hari — termasuk KPR, kredit kendaraan, dan kredit usaha lainnya. Sebagian skema KUR juga mensyaratkan agunan pada plafon tertentu.
Sebelum mengajukan, ada baiknya memastikan angka dasar usaha Anda sudah sehat. Gunakan Kalkulator BEP untuk melihat bagaimana tambahan angsuran menggeser titik impas Anda, dan Kalkulator HPP untuk memeriksa apakah margin produk Anda memang cukup menutup biaya modal. Kalau kedua angka itu belum sehat, tambahan modal biasanya menunda masalah, bukan menyelesaikannya.