Omset LarisOmset Laris

Tools Gratis

Kalkulator KPR (Kredit Pemilikan Rumah)

Simulasikan cicilan rumah dari harga properti dan uang muka Anda, lengkap dengan total bunga dan tabel angsuran sampai lunas. Gratis dan tanpa daftar.

Uang muka (DP)
%

Pokok pinjamanRp640.000.000

Tenor
Jumlah bulan: 180
Metode perhitungan

Catatan penting

KPR umumnya memakai bunga fixed di tahun-tahun awal lalu beralih ke floating yang mengikuti pasar, sehingga cicilan Anda bisa naik setelah masa fixed berakhir. Simulasi ini mengasumsikan bunga tetap sepanjang tenor. Biaya provisi, asuransi jiwa & kebakaran, notaris, appraisal, dan BPHTB juga TIDAK dihitung di sini — siapkan dana tambahan di luar angka ini.

Simulasi cicilan Anda

Cicilan per bulanRp6.491.306
Total bungaRp528.435.105Sepanjang tenor
Total yang dibayarRp1.168.435.105Pokok + bunga
Pokok pinjamanRp640.000.000
Jumlah bulan180

Simulasi ini memakai angka yang Anda masukkan dengan asumsi suku bunga tetap sepanjang tenor. Angka riil dari bank bisa berbeda karena biaya administrasi, provisi, asuransi, dan perubahan suku bunga.

Butuh bantuan finansial/pengembangan usaha?

Kami bukan lembaga pembiayaan dan tidak menyalurkan kredit. Tapi jika Anda sedang merencanakan pengembangan usaha, tim kami bisa bantu memetakan sisi digital dan pemasarannya lewat konsultasi gratis.

Data Anda hanya dipakai tim Omset Laris untuk menghubungi Anda. Tidak dijual, tidak dibagikan.

Tabel angsuran per bulan

Menampilkan 12 dari 180 bulan

BulanCicilanPokokBungaSisa pokok
1Rp6.491.306Rp1.691.306Rp4.800.000Rp638.308.694
2Rp6.491.306Rp1.703.991Rp4.787.315Rp636.604.703
3Rp6.491.306Rp1.716.771Rp4.774.535Rp634.887.932
4Rp6.491.306Rp1.729.647Rp4.761.659Rp633.158.285
5Rp6.491.306Rp1.742.619Rp4.748.687Rp631.415.666
6Rp6.491.306Rp1.755.689Rp4.735.617Rp629.659.978
7Rp6.491.306Rp1.768.856Rp4.722.450Rp627.891.121
8Rp6.491.306Rp1.782.123Rp4.709.183Rp626.108.999
9Rp6.491.306Rp1.795.489Rp4.695.817Rp624.313.510
10Rp6.491.306Rp1.808.955Rp4.682.351Rp622.504.555
11Rp6.491.306Rp1.822.522Rp4.668.784Rp620.682.033
12Rp6.491.306Rp1.836.191Rp4.655.115Rp618.845.842

Geser tabel ke samping untuk melihat kolom lainnya.

Yang perlu Anda tahu sebelum tanda tangan KPR

Cicilan bulanan hanyalah satu bagian dari cerita. Tiga hal berikut yang paling sering membuat pembeli rumah pertama kaget di tengah jalan.

Fixed lalu Floating

Sebagian besar KPR di Indonesia menawarkan bunga fixed yang menarik untuk 1-5 tahun pertama, lalu beralih ke floating yang mengikuti suku bunga pasar. Cicilan Anda bisa naik cukup tajam setelah masa fixed habis. Simulasi di kalkulator ini mengasumsikan bunga tetap sepanjang tenor, jadi anggap hasilnya sebagai skenario terbaik — bukan jaminan.

Biaya di luar cicilan

Selain DP, Anda perlu menyiapkan biaya provisi, administrasi, appraisal, asuransi jiwa dan kebakaran, biaya notaris/PPAT, serta BPHTB yang besarnya bisa mencapai belasan persen dari harga rumah. Biaya-biaya ini dibayar di muka dan tidak masuk hitungan cicilan mana pun, termasuk kalkulator ini.

Tenor panjang, bunga menumpuk

Memperpanjang tenor memang menurunkan cicilan bulanan, tapi total bunga yang Anda bayar melonjak. Pada KPR, selisih antara tenor 15 dan 25 tahun bisa mencapai ratusan juta rupiah dalam bunga. Coba ubah angka tenor di kalkulator ini dan perhatikan kolom total bunganya sebelum memilih tenor terpanjang.

Panduan Lengkap Simulasi KPR dan Menghitung Cicilan Rumah

Kalkulator KPR ini menghitung cicilan rumah dari harga properti dan uang muka Anda, lengkap dengan total bunga, rasio cicilan terhadap penghasilan, dan tabel angsuran sampai lunas. Simulasi KPR ini memakai asumsi bunga tetap, sehingga penting membaca catatan tentang fixed dan floating di bawah.

Cara menghitung cicilan KPR

Pokok KPR adalah harga rumah dikurangi uang muka. Dari situ cicilan dihitung dengan rumus anuitas, metode yang dipakai hampir semua bank untuk KPR: cicilan sama dengan P dikali i dikali (1+i) pangkat n, dibagi ((1+i) pangkat n dikurangi 1). P adalah pokok, i adalah bunga tahunan dibagi 12 dibagi 100, dan n adalah tenor dalam bulan.

Contohnya: rumah seharga Rp800 juta dengan DP 20% berarti pokoknya Rp640 juta. Pada bunga 9% dan tenor 15 tahun, cicilannya sekitar Rp6,49 juta per bulan. Yang mengejutkan banyak orang adalah total bunganya: sekitar Rp528 juta sepanjang 15 tahun, hampir menyamai harga rumahnya sendiri.

Angka total bunga itulah yang paling sering diabaikan saat memilih KPR, padahal ia jauh lebih menentukan biaya sesungguhnya daripada cicilan bulanan yang terlihat ringan.

Fixed lalu floating: sumber kejutan terbesar

Sebagian besar KPR di Indonesia menawarkan bunga fixed yang menarik untuk 1 sampai 5 tahun pertama, lalu beralih ke floating yang mengikuti suku bunga pasar. Setelah masa fixed berakhir, cicilan Anda bisa naik cukup tajam tanpa Anda melakukan apa pun.

Simulasi di kalkulator ini mengasumsikan bunga tetap sepanjang tenor, jadi anggap hasilnya sebagai skenario terbaik — bukan jaminan. Cara memakainya dengan bijak: jangan menilai kemampuan bayar Anda hanya berdasarkan cicilan di masa fixed. Coba simulasikan ulang dengan bunga beberapa persen lebih tinggi dan periksa apakah Anda masih sanggup. Kalau tidak, promo fixed itu sebenarnya sedang menyembunyikan risiko, bukan menghilangkannya.

Tanyakan juga ke bank berapa lama masa fixed-nya, apa acuan floating yang dipakai setelahnya, dan apakah ada batas atas kenaikan. Pertanyaan-pertanyaan ini jarang ditanyakan calon debitur, padahal jawabannya menentukan sepuluh tahun ke depan hidup Anda.

Biaya yang tidak muncul di kalkulator mana pun

Selain DP dan cicilan, Anda perlu menyiapkan sederet biaya yang dibayar di muka dan tidak masuk hitungan cicilan: biaya provisi, administrasi, appraisal, asuransi jiwa dan asuransi kebakaran, biaya notaris dan PPAT, serta BPHTB. Digabung, semuanya bisa mencapai belasan persen dari harga rumah.

Artinya kalau Anda menyiapkan dana persis sebesar DP, Anda kemungkinan besar akan kekurangan saat akad. Ini penyebab umum transaksi batal di menit terakhir, atau debitur terpaksa berutang lagi untuk menutupi biaya yang tidak diantisipasi.

Kalkulator ini sengaja tidak menebak angka-angka tersebut karena besarnya berbeda-beda antar bank, daerah, dan jenis properti. Minta rinciannya secara tertulis dari bank sejak awal, bukan saat akad sudah dijadwalkan.

DP, tenor, dan rasio cicilan terhadap penghasilan

Besaran DP minimal bergantung kebijakan bank, jenis properti, dan apakah ini rumah pertama Anda — umumnya berkisar 10% sampai 30%. Yang pasti secara matematis: semakin besar DP, semakin kecil pokok, semakin ringan cicilan, dan semakin sedikit total bunga yang Anda bayar.

Soal tenor, memperpanjangnya memang menurunkan cicilan bulanan, tapi total bunga yang Anda bayar melonjak. Pada KPR, selisih antara tenor 15 dan 25 tahun bisa mencapai ratusan juta rupiah dalam bunga. Ubah angka tenor di kalkulator dan perhatikan kolom total bunga sebelum memilih tenor terpanjang hanya karena cicilannya terlihat paling ringan.

Bank umumnya membatasi cicilan maksimal sekitar 30% sampai 40% dari penghasilan bulanan, sering disebut RPC atau DSR. Batas itu berlaku untuk total seluruh kewajiban Anda — kalau sudah ada cicilan kendaraan atau kartu kredit, jatah untuk KPR berkurang. Kalkulator ini menampilkan porsi cicilan terhadap penghasilan jika Anda mengisi kolom penghasilan bulanan, tapi keputusan akhir tetap ada pada analisis kredit bank.

Jalan tengah yang sering dipilih

  • Ambil tenor panjang agar cicilan ringan dan risiko gagal bayar kecil, lalu lakukan pelunasan sebagian saat ada rezeki lebih — tapi cek dulu apakah bank Anda mengenakan penalti pelunasan dipercepat.
  • Perbesar DP semampunya. Setiap tambahan DP memotong pokok sekaligus total bunga, dan efeknya berlipat sepanjang tenor.
  • Simulasikan skenario bunga naik 2-3% sebelum memutuskan, bukan hanya skenario promo.
  • Sisakan dana darurat setelah akad. Rumah yang dibeli dengan mengosongkan seluruh tabungan adalah rumah yang rapuh terhadap satu kejadian tak terduga.
  • Bandingkan minimal tiga bank. Selisih 0,5% bunga pada KPR 15 tahun bisa berarti puluhan juta rupiah.

Kalau Anda membeli properti untuk keperluan usaha atau disewakan, gunakan juga Kalkulator BEP untuk memeriksa apakah pemasukan sewanya benar-benar menutup cicilan dan biaya perawatan, atau Kalkulator Cicilan Kredit untuk membandingkan skema pembiayaan lain.

FAQ

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Bagaimana cara menghitung cicilan KPR?

Pokok KPR adalah harga rumah dikurangi uang muka. Dari situ cicilan dihitung dengan rumus anuitas: cicilan = P x i x (1+i)^n / ((1+i)^n - 1), di mana i adalah bunga tahunan dibagi 12 dibagi 100, dan n adalah tenor dalam bulan. Contoh: rumah Rp800 juta dengan DP 20% berarti pokoknya Rp640 juta. Pada bunga 9% dan tenor 15 tahun, cicilannya sekitar Rp6,5 juta per bulan. Masukkan angka Anda sendiri di kalkulator untuk hasil yang sesuai.

Berapa DP minimal untuk KPR?

Besarannya bergantung kebijakan bank, jenis properti, dan apakah ini rumah pertama Anda — angkanya umumnya berkisar 10-30% dari harga properti, dan Bank Indonesia pernah melonggarkan ketentuannya di periode tertentu. Yang pasti secara matematis: semakin besar DP, semakin kecil pokok, semakin ringan cicilan, dan semakin sedikit total bunga yang Anda bayar. Untuk angka pastinya, tanyakan langsung ke bank karena ketentuannya berubah-ubah.

Berapa maksimal cicilan KPR dibanding gaji?

Bank umumnya memakai patokan cicilan maksimal sekitar 30-40% dari penghasilan bulanan, sering disebut RPC atau DSR. Perlu dicatat, itu berlaku untuk total seluruh kewajiban Anda — kalau sudah ada cicilan motor atau kartu kredit, jatah untuk KPR berkurang. Kalkulator ini menampilkan porsi cicilan terhadap penghasilan jika Anda mengisi kolom penghasilan bulanan, tapi keputusan akhir tetap ada di analisis kredit bank.

Lebih baik tenor panjang atau pendek?

Tergantung mana yang lebih Anda butuhkan: keamanan arus kas atau penghematan total. Tenor panjang membuat cicilan bulanan ringan sehingga risiko gagal bayar lebih kecil, tapi total bunganya membengkak besar. Tenor pendek menghemat bunga secara signifikan namun cicilannya berat dan bisa mencekik jika penghasilan terganggu. Banyak orang memilih jalan tengah: ambil tenor panjang agar aman, lalu lakukan pelunasan sebagian saat ada rezeki lebih — tapi cek dulu apakah bank Anda mengenakan penalti pelunasan dipercepat.

Apakah cicilan KPR bisa berubah di tengah jalan?

Sangat bisa, dan ini yang paling sering mengejutkan pembeli rumah pertama. Setelah masa bunga fixed berakhir, KPR umumnya beralih ke bunga floating yang mengikuti suku bunga acuan. Jika suku bunga pasar naik, cicilan Anda ikut naik tanpa Anda melakukan apa pun. Karena itu jangan menghitung kemampuan bayar hanya berdasarkan cicilan di masa fixed — coba simulasikan juga dengan bunga beberapa persen lebih tinggi untuk melihat apakah Anda masih sanggup.

Siap membuat brand Anda terlihat lebih dipercaya?

Mulai dari konsultasi singkat. Kami bantu petakan website, funnel, dan prioritas digital yang paling berdampak untuk omset.

Diskusi Project
Kalkulator KPR Gratis — Simulasi Cicilan Rumah & Tabel Angsuran | Omset Laris